Sabtu, 21 Maret 2009
materi kuliah
kerangka teori, konsep 2009.ppt
Pengantar Riset 2009.ppt
ANATOMY DAN FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI2burosa.ppt
HO FALSAFAH KEPERAWATAN ANAK.ppt
SSO 21-3-09.ppt
ANFIS SISTEM KARDIOVASKULER.pps
Perekaman Ekg.pps
Rancangan Pembelajaran.ppt
FARMAKODINAMIKA.ppt
KARAKTERISTIK & KLASIFIKASI PENYAKIT 2.ppt
FFMKDNMKA B.ppt
deteksi tukem 07.docx
sejarah & perkembangan epid(psik).ppt
FRMKLG A.ppt
Kamis, 05 Maret 2009
ANATOMY & FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI
BY ROSALINA (KMB I)
- Fungsi utama :
untuk memperoleh oksigen agar dapat dipergunakan oleh sel tubuh dan mengeluarkan CO2 yg dihasilkan oleh sel
- Respirasi menggambarkan 2 proses :
- Respirasi internal (seluler)
- Respirasi eksternal
- Respirasi internal (seluler)
Anatomi
- Traktus respiratorius dimulai dari mulut dan hidung s/d alveoli
- Terdiri dari saluran nafas bagian atas dan bagian bawah
- Saluran napas bagian atas
menyaring partikel2 udara; melembabkan dan menghangatkan udara inspirasi
Rongga hidung
- Terbentuk dari tulang dan kartilago
- Bagian hidung yang terbuka pada wajah disebut nostril nares
- Setiap nostril membentuk rongga yang disebut vestibula
- Bagian anterior vestibula : kulit & rambut (vibrissae) yg menyaring benda asing & mencegah dari inhalasi
- Bagian posterior : membran mukosa yg tersusun dr sel epitelial yg menghasilkan mukus
Faring
- Saluaran bersama resp. dan digesti
- Terdapat mekanisme refleks untuk menutup trakea selama proses menelan
Faring terbagi 3 :
- Nasofaring terletak diatas palatum lunak
- Orofaring; bagian faring yg tampak jika lidah ditekan; yg menerima udara dari nasofaring dan makanan dari rongga mulut
- Laringofaring : bagian inferior dr faring yg berfs utk resp dan digesti
Laring
- Disebut juga kotak suara
- Letak : vertebra cervikalis 4 dan 6
- Bagian posterior dari laring : esofagus
- Membatasi saluran nafas bagian atas dan bawah
- Diatas laring terdapat epiglotis yang akan menutup pada proses menelan
- Mendapat suply darah dari arteri tiroid
- Bagian internal terdiri dari lapisan otot
- Saluran nafas bagian bawah
Trakea & Bronkus
- Panjang 12 cm dg cincin kartilago
- Percabangan trakea : membentuk bronkus
karina
- Karina terletak pada T5 (ekspirasi) dan T6 (inspirasi)
Bronkiolus
- Bronkus akan terus bercabang membentuk diameter yg semakin kecil : bronkiolus
- Diujung bronkiolus terkumpul alveoli
- Dinding bronkiolus mengandung otot polos & dipersarafi oleh sistem saraf otonom, peka terhadap hormon tertentu dan zat kimia tertentu
Alveoli
- Kantung udara tipis, dapat mengembang dan berbentuk buah anggur yg terdapat diujung percabangan sal. Pernapasan
- Dinding alveolus terdiri dari lapisan sel alveolus Tipe I (membranuos pneumocytes)
- Epitel alveolus juga mengandung sel alveolus Tipe II yg mengeluarkan surfaktan
- Ruang interstitium antara kapiler dan alveolus membentuk sawar yg sangat tipis (0.2 µm)
Mekanika pernafasan
- Udara keluar-masuk paru selama proses respirasi mengikuti penurunan gradien tekanan
- Ada 3 tekanan yg berbeda yg penting pada proses vetilasi :
- Tekanan atmosfer : 760 mmHg
- Tekanan intrapulmonalis (intra-alveolus)
- Tekanan intrapleura (intratoraks) : 756 mmHg
- Kohesivitas cairan pleura dan gradien tekanan transmural menjaga toraks dan paru berhadapan erat
- Saluran nafas menentukan laju aliran apabila terjadi penyempitan
- Penyesuaian saluran nafas dilakukan oleh sistem saraf otonom
- Resistensi saluran nafas meningkat pada ekspirasi dibandingkan inspirasi (asma)
Terdapat kontrol lokal yang bekerja pada otot polos saluran pernafasan
- Otot polos arteriol, otot polos bronkiolus peka terhadap perubahan yang terjadi di sekitanya, terutama konsentrasi CO2
- Otot polos vaskuler mnecocokkan aliran darah
dengan aliran udara
- Recoil elastik
mengacu seberapa mudah paru kembali ke bentuknya semula
setelah diregangkan
sifat ini menentukan kembalinya paru ke volume prainspirasi
- Compliance
usaha yg diperlukan utk mengembangkan paru
ukuran tk perubahan vol paru yg ditimbulkan oleh gradien tekanan transmural
Siklus pernafasan
- Sebelum inspirasi :
- Otot-otot pernafasan melemas
- Tidak ada udara mengalir
- Tekanan intra alveolus setara dengan tekanan atmosfir
- Otot-otot pernafasan melemas
- Awal inspirasi
- Otot inspirasi diafragma & otot interkostalis eksternal terstimulasi
- Terjadi pembesaran rongga toraks
- Otot inspirasi diafragma & otot interkostalis eksternal terstimulasi
- Inspirasi dalam :
- Kontraksi lebih kuat otot diafragma & otot interkostalis eksternal
- Mengaktifkan otot-otot tambahan pernafasan di leher
- Kontraksi lebih kuat otot diafragma & otot interkostalis eksternal
mengangkat sternum & 2 iga pertama
untuk memperbesar rongga toraks
- Akhir inspirasi :
- Otot inspirasi melemas
- Dinding dada dan paru kembali ke ukuran prainspirasi
Proses ekspirasi
- Otot inspirasi melemas
- Tekanan intra-alveolus 761 mmHg
- Aliran udara keluar mengikuti penurunan gradien tekanan
- Ekspirasi aktif :
- Kontraksi otot ekspirasi (otot-otot abdomen & otot-otot enterkostalis internal)
- Mengurangi volume toraks
Pertukaran Gas
- Kontraksi otot ekspirasi (otot-otot abdomen & otot-otot enterkostalis internal)
Faktor Yang mempengaruhi :
- Gradien tekanan parsial O2 dan CO2
- Luas permukaan membran alveolus
- Ketebalan sawar membran alveolus
- Koefisien difusi (daya larut gas dalam membran)
Transportasi Gas
- Oksigen
- Larut secara fisik 1.5 %
- Terikat ke Hemoglobin 98.5%
- Larut secara fisik 1.5 %
- CO2
- Larut secara fisik 10%
- Terikat ke Hemoglobin 30%
- Sebagai bikarbonat (HCO3-)
- Larut secara fisik 10%
Pengkajian
- Data Demografi
- Keluhan sekarang : sesak napas, batuk, produksi sputum, hemoptysis, wheezing, stridor, chest pain
- Riwayat kesehatan sebelumnya meliputi klien dan anggota keluarga (imunisasi, hospitalisasi, pengobatan, alergi)
- Riwayat Psikososial : pekerjaan, letak geografi, lingkungan, kebiasaan, olahraga, nutrisi
Pemeriksaan fisik
Inspeksi
- Kepala dan leher
- Dada :
- Konfigurasi dinding dada (ukuran dada, simetris, catat diameter AP)
- Deformitas dada : barrel chest, pigeon chest, funnel chest, kyposkoliosis torasik
- Pergerakan dada : obs. Kedalaman resp, irama & frekuensi
- Jari-jari tangan & kaki : clubbing, warna kuku, CRT
Perkusi
teknik pengkajian dengan menggunaan ketukan pada dinding dada untuk mrnghasilkan suara
resonan, sonor
Palpasi
menggunakan tangan untuk merasakan bermacam struktur yang terdapat dibawah permukaan tubuh
- Trakea
- Dinding dada
- Taktil premitus
Auskultasi
- Normal :
- vesiculer
- Bronkial
- Bronkovesikuler
- Abnormal
- Crakles
- Ronki
- Wheezing
- Pleural friction rubs
Test Diagnostik
A. Tes untuk mengevaluasi fungsi paru
- Tes fungsi paru
- Pulse Oksimetri
- Analisa gas darah arteri
Pulse oksimetri
- Metode yang aman dan sederhana untuk mendeteksi oksigenasi
- Oksimeter akan membaca persentase saturasi oksigen (SaO2)
Analisa Gas Darah
- Analisis dengan menggunakan darah arteri untuk menugukur secara langsung :
- PaO2 : 80 -100 mmHg
- PaCO2 : 35 - 45 mmHg
- pH : 7.35 – 7.45
- SaO2 : 90%
- HCO3- : 22 – 26 mEq/L
Tes untuk mengevaluasi struktur anatomi
- Rontgen
- Ultrasonografi
- Fluoroscopy
- Bronchoscopy
- Endoscopy Thoracotomy
- Pulmonary Angiography
Chest X-ray
- Bagian dari prosedur sreening rutin
- Adanya suspect penyakit paru
- Untuk memonitor gangguan & abnormalitas respirasi
- Untuk memastikan letak kateter pada endotrakeal & trakeostomy
- Setelah trauma dada
Ultrasonografi
- Menggunakan gelombang ultrasonic untuk mengkaji berbagai struktur tubuh
- Digunakan bersama dengan prosedur dignostik yg lain : thoracentesis, biopsi pleura
Fluroscopy
- Observasi diafragma selama inspirasi dan ekspirasi
- Mendeteksi pergerakan mediastinal selama nafas dalam
- Mengkaji jantung, pembuluh darah & struktur yang berhubungan
- Mengidentifikasi abnormalitas esofangeal
- Mendeteksi massa pd mesdiastinal
Bronchoscopy
Untuk pemeriksaan diagnostik :
- Mengevaluasi tumor untuk kepentingan operasi
- Mengambil spesimen jaringan untuk diagnostik
- Evaluasi bagian yang mengalami perdarahan
Bronchoscopy terapeutik :
- Mengeluarkan benda asing
- Mengeluarkan sekresi yang kental
- Tindakan post operasi atelektasis
- Menghancurkan atau mengangkat lesi
Pulmonary Angiography
untuk mendeteksi :
- Abnormalitas kongenital dari percabangan vaskuler paru
- Abnormalitas dari sirkulasi vena paru
- Penyakit yg ada pada arteri & vena paru
- Kerusakan akibat empisema
- Lesi pada pembuluh perifer paru
- Adanya tromboemboli paru
- c. Analisis spesimen
- Sputum
- Thoracentesis
- Biopsi : biopsi pleura, biopsi paru
PERSPEKTIF KEPERAWATAN
Fokus kep.anak pada anak
- sehat
- sakit
- Anak dgn keterbatasan kemampuan baik
- Keluarga
dari semua golongan ekonomi, suku, budaya
Angka Kesakitan dan kematian anak dipengaruhi oleh penyakit, kecelakaan, penyimpangan perilaku, eluarga dan Pendidikan. Yang termasuk anak Resiko tinggi meningkatkan angka kesakitan dan kematian adalah tingkat ekonomi rendah, anak usia 7-14 th, jenis kelamin laki2,anak dgn 1 orangtua,adanya nyakit kronis pd ortu,tingkat pendidikan rendah.
Fenomena sekarang : meningkatnya kasus HIV, ergantungan anak pada teknologi, bayi dengan kasus pengobatan lanjut (www.nursingworld.org)
Peran Perawat Anak
- Menciptakan hubungan terapeutik
- Family advocacy / caring
- Pencegahan penyakit / Health Promotion
- Pendidik
- Konselor
- Pembuat keputusan
- Peneliti
Trend Keperawatan Anak
Pergeseran dari fokus perawatan penyakit ke pencegahan penyakit, peran perawat bergeser menjadi ambulatory care. Home care dan pelayanan komunitas sebagai bentuk layanan keperawatan Mandiri diawali dengan pencegahan kecelakaan, pengkajian kesehatan anak dan keluarga,discharge planning
Pengantar Riset Stikes Ngudi Waluyo 2009
Pengetahuan didefinisikan sebagai apa yang diketahui oleh seseorang tentang sesuatu. Dalam pengertian tersebut pengetahuan mempunyai subyek, obyek dan kebenaran.
- Subyek yaitu seseorang yang
memiliki pengetahuan tertentu. Dalam konteks ini subyeknya adalah manusia.
- Obyek yaitu sesuatu yang diketahui. Bentuknya dapat berupa data, informasi, kejadian, bahkan ilmu pengetahuan.
- Kebenaran yaitu kesesuaian apa yang diketahui seseorang dengan obyek yang sebenarnya
- Pengetahuan biasa (ordinary knowledge): merupakan pengetahuan yang diperoleh
melalui pencerapan indra terhadap obyek tertentu yang dijumpai sehari-hari.
- Pengetahuan ilmiah (scientific knowledge): pengetahuan yang diperoleh melalui metode-metode ilmiah atau penelitian yang digeneralisasikan menjadi ilmu pengetahuan.
- Pengetahuan filsafati (philosophical knowledge) yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui pemikiran rasional yang didasarkan pada pemahaman, penafsiran, spekulasi, penilaian kritis, logis, analitis dan sistematis
Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah kumpulan dari pengalaman dan pengetahuan sejumlah orang yang dipadukan secara harmonis dalam suatu bangunan yang teratur. Atau dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan kumpulan pengetahuan yang sistematis.
Motif Perkembangan Ilmu Pengetahuan
- Motif Curiosity. Dorongan ingin tahu yang besar biasanya dimiliki oleh para cendekia
- Motif kegunaan praktis.
Tugas Ilmu Pengetahuan
1. Tugas menerangkan gejala (eksplanatif).
Ilmu pengetahuan mendeskripsikan dan menyediakan keterangan-keterangan tentang gejala apa sajatermasuk sebab, kondisi atau alasan yang menimbulkan gejala tersebut
2. Tugas meramalkan kejadian (prediktif)
Hukum dan dalil sebagai dasar meramalkan dengan teliti tentang kejadian di masa mendatang.
3. Tugas mengontrol
Mengontrol disini diartikan bahwa berdasarkan ilmu pengetahuan kita dapat mengendalikan berbagai kondisi-kondisi untuk menimbulkan kejadian-kejadian yang diharapkan dan mencegah yang tidak diharapkan
Fakta dan Teori
Peran fakta.
- Dapat menolak teori.
- Menimbulkan teori baru
- Mempertajam rumusan teori
Peran teori
- Mengarahkan penelitian.
- Merangkum pengetahuan dalam sistem tertentu
- Meramalkan fakta
Kebenaran Ilmiah
1. Rasionalisme (Cartesius, 1596-1650)
Menurut faham ini bahwa kebenaran itu harus rasional yaitu tidak bertetangan rasio atau akal manusia. Benar adalah jelas dan terpilah-pilah, karena ada pemeriksaan rasio.
2.Empirisme (Thomas Hobes, 1588-1679)
Kebenaran adalah empiris, nyata. Sesuatu yang nyata seharusnya dapat diobservasi. Bahwa yang ada adalah bersifat materi dan bukan gagasan
Kebenaran Ilmiah...cont
- Positivisme ( August Comte, 1798-1857).
Positivisme mengatakan bahwa adanya sesuatu karena adanya gejala/penampakan. Hampir sama dengan empirisme, tetapi positifisme mengakui adanya sesuatu tidak harus tampak benda tersebut, tetapi bisa dilihat dari gejala adanya benda tersebut
- Pragmatisme ( William James, 1842-1910)
Pragmatisme menjelaskan bahwa yang benar adalah yang memberikan manfaat dengan perantaraan sebab akibat
- Fenomenologi (Edmund Husserl, 1859-1938)
Kebenaran adalah fenomena itu sendiri, difikirkan atau tidak, teramati atau tidak. Tidak semua yang ada atau benar bisa diamati oleh manusia
- Eksistensialisme /das sein (heidegger, Jean Paul sartre, karl jaspers, gabriel marcel)
Kebenaran adalah karena adanya tanda, situasi meskipun tidak selalu obyektif. Adanya perubahan menunjukkan adalah kebenaran tentang sesuatu
Syarat-syarat kebenaran ilmiah
1.Teori kesahihan koherensi/ coherence theory of truth.
Koheren artinya masuk akal. Jadi kebenaran dapat diterima apabila memiliki hubungan dengan gagasan-gagasan lain yang sahih dan dapat masuk akal.
2.Teori kesahihan korespondensi/corespondence theory of truth.
Koresponden artinya gagasan sesuai realitas. Gagasan kita benar apabila relitanya demikian
3. Teori kesahihan pragmatis/pragmatical theory of truth.
Pragmatis artinya mempunyai manfaat bagi manusia.
4. Teori kesahihan semantik/semantic theory of truth
Semantik artinya arti atau makna.Gagasan semestinya menunjukkan arti yang sesungguhnya yang mengacu kepada realitas, arti definitif dengan menunjuk ciri khas yang ada
5. Teori kesahihan logikal yang sepenuhnya/logical superfluity theory of truth.
Gagasan tidak perlu dibuktikan karena gagasan itu dianggap sudah sepenuhnya benar. Contoh lingkaran itu bulat, maka tidak perlu dibuktikan lagi
Cara Memperoleh Kebenaran.
- Melalui pihak yang berwenang seperti ustaz, dukun, ilmuwan, raja, pemerintah
- Melalui pengalaman pribadi
- Berfikir deduktif (silogisme). Atau sering disebut berfikir analitis
- Berfikir induktif atau sintesis
- Berfikir reflektif/ berfikir ilmiah
Berfikir Ilmiah
John Dewey (1933)
- The felt need atau kesulitan berfikir
- The problem atau menegaskan masalah
- The hypothesis
- Collection of data and evidence
- Concluding believe
- General value of conclusion
- Kerangka Berfikir Ilmiah
Kriteri Ilmiah
- Berdasarkan fakta/empiris
- Bebas dari prasangka
- Menggunakan prinsip analisis
- Menggunakan hipotesis
- Menggunakan ukuran obyektif
Sarana Berfikir Ilmiah
- Bahasa. Pemahaman bahasa yang baik dan benar serta efektif baik lisan maupun tertulis sangat menolong seseorang menyampaikan gagasan secara ilmiah
- Logika. Obyek materialnya adalah berpikir ditinjau dari prosesnya dan obyek formalny adalah ketepatan berfikir.
- Matematika adalah pendekatan logika kepada metode ilmu ukur yang menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol matematik.
- Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan datadata.
Berfikir Induksi
Berfikir induksi merupakan roses penarikan kesimpulan dari pernyataan khusus ke pernyataan bersifat umum atau eranjak dari hal-hal yang konkret (berdasarkan pengalaman yang ditangkap indra). Dalam konteks penelitian maka induktif adalah membangun teori dari pengamatan fenomena. Jadi fakta adalah fenomena khusus dan teori adalah hasil generalisasi (umum).
Berfikir Deduksi
- Merupakan
kebalikan
dari berfikir induktif. Berfikir deduktif merupakan pembuatan kesimpulan dari pernyataan umum ke khusus. Jadi kesimpulan yang ditarik dari teori yang sudah ada, kemudian melakukan pengamatan pada fenomena khusus.
Pengertian Riset.
(Levine, 1986). Penelitian merupakan upaya generalisasi menjadi teori, prinsip atau berbagai bentuk hubungan yang dapat dibenarkan melalui observasi ilmiah dan inferensiasi.
(Kerlinger (1973):Penelitian adalah aktifitas yang sistematik, terkontrol, empiris dan pencarian secara kritis terhadap fenomena alam untuk membuktikan hipotesis.
Pengertian….
(Hillway (1956):Penelitian merupakan satu metode pencarian yang dilakukan dengan hati-hati dan mendalam pada semua kejadian yang dianggap belum jelas melalui pendefinisian masalah penelitian dan mencari jawabannya.
Tujuan Riset
- Tujuan Eksploratif. Penelitian bertujuan menemukan sesuatu yang baru, mengeksplorasi sesuatu yang belum diketahui sehingga didapatkan hal baru
- Tujuan Pengembangan/ developmental; Penelitian bertujuan mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.
- Tujuan Verifikatif. Penelitian bertujuan untuk menguji kebenaran/pengetahuan atau hasil penelitian yang lalu
Perkembangan Riset
- Periode trial and error; tidak menggunakan dalil-dalil yang logis, hanya mencoba dan mencoba.
- Periode authority and tradition; pendapat penguasa atau tradisi dikuti tanpa sikap kritis sehingga kegiatan penelitian tidak berkembang dengan baik.
- Periode speculation and argumentation; membantah sesuatu dengan argumentasi dan spekulasi; mendewakan akal dan ketangkasan lidah
- Periode hypothesis and experimentation; analisis dilakukan dengan hati-hati terhadap fakta-fakta yang diperoleh dari eksperimen
Ciri Penelitian Ilmiah (Hallmarks Dalam Sekaran 2003)
1. Purposiveness.
Penelitian yang baik harus memiliki tujuan yang jelas dimana tujuan tersebut relevan dengan masalah
2. Rigor
Penelitian harus dilakukan dengan hati-hati sehingga emiliki akurasi hasil yang baik atau memiliki derajat kepastian yang baik
3. Testability.
Penelitian yang baik dilakukan dengan pengukuran dan pengujian yang baik pula.
4. Replicable
Penelitian yang baik adalah apabila penenlitian tersebut diulang akan menghasilkan kesimpulan yang sama pada situasi yang sama dan dengan metode yang sama.
5. Precision & Confidence
Precision atau presisi merupakan konsep yang menjelaskan tetntang kedekatan temuan penelitian dengan fenomena yang sebenarnya
Confidence atau tingkat kepercayaan merupakan probabilitas bahwa estimasi yang dilakukan adalah benar
6. Objectivity
Penelitian haruslah obyekti, enggunakan data yang actual dan penarikan kesimpulan didasarkan data yang faktual
7. Generalizability.
Atau dapat digeneralisasikan
8. Parsimony/simplifisitas
Hasil penelitian yang scope-nya kecil dapat menjelaskan hal yang lebih luas.
Syarat Menjadi Peneliti.
- Kompeten
- Obyektif
- Jujur
- Faktual
- Terbuka
FALSAFAH KEPERAWATAN ANAK
- Pandangan perawat dalam pelayanan kep.anak keluarga,pencegahan trauma, manajemen kasus
- Dasar fokus Paradigma Keperawatan
- Keluarga? Kehidupan anak ditentukan oleh lingkungan keluarga peran perawat : memfasilitasi keluarga dalam berbagai bentuk pelayanan
- Perawat memperhatikan kemampuan keluarga dalam menentukan kekuatan dan kelemahan pemberian pelayanan keperawatan
- Tumbang anak Dukungan keluarga
- Keterlibatan dan kemampuan keluarga
- dasar pemberian askep yang berfokus pada keluarga M pengetahuan dan ketrampilan Discharge Planning (www,family-centeredcare.org)
Elemen pokok Family Centered Care :
1. Hub. Anak dan Ortu Unik
2. Ortu memberikan asuhan yg efektif selama hospitalisasi
3. Kerjasama kelg. Dan perawat Fleksibel dan menggunakan konsep dasar askep anak
4. Keberhasilan pendekatan kesepakatan tim kesh & orangtua
PRINSIP KEPERAWATAN ANAK
- Anak mrpk indv. Unik
- Kebuth sesuai tahap tumbang
- YanKep berorientasi pd pencegahan penyakit dan p derajat kesehatan
- Disiplin ilmu dgn fokus kesejahteraan anak shg wat btanggungjwb dlm askep
- Praktik kontrak dgn anak & kelg
- Remaja m maturasi
- Fokus ilmu tumbang